Category Kesehatan

Apa Ciri-ciri Keputihan yang Berbahaya?

Hasil carian imej untuk ‪ilstrasi vagina‬‏

Sumber: kabarjaktim.com

Menurut alodokter.com, keputihan atau vaginal discharge adalah lendir yang berfungsi untuk membawa sel-sel mati dan kuman dari dalam tubuh. Dikutip dari mamaschoice.id, keputihan merupakan bentuk perlindungan vagina terhadap bakteri. Keputihan yang dibarengi dengan gejala lain akan menjadi tanda penyakit. Keputihan yang berbahaya dapat mengindikasikan kamu sedang tidak sehat. Keputihan dapat menjadi berbahaya jika disertai dengan aroma yang tidak sedap, warna gelap serta infeksi. Apa saja ciri-ciri keputihan yang berbahaya itu?

Dilansir dari hellosehat.com sebuah keputihan dianggap normal apabila terjadi pada saat stres, hamil atau melakukan aktivitas seksual. Keputihan yang berbahaya atau tidak normal biasanya ditandai dengan gejala gatal, bau yang menyengat pada cairan dan vagina yang terasa nyeri. Ciri-ciri dari keputihan yang berbahaya adalah sebagai berikut.

  1. Cairan berwarna coklat

Biasanya keputihan yang normal memiliki ciri-ciri yang berwarna bening atau sedikit keruh, memiliki tekstur yang encer atau sedikit kental, cairannya tidak berbau, dan banyaknya berkisar dua sampai lima mililiter. Namun pada keputihan yang tidak normal, cairan akan berwarna coklat dan berdarah. Tidak jarang disertai dengan sakit pada bagian panggul dan jadwal mestruasi yang tidak teratur.

  1. Cairan berwarna keruh

Keluarnya cairan dengan warna keruh seperti abu-abu atau kekuningan dapat menandakan adanya penyakit menular seksual seperti gonore. Gonore adalah penyakit kelamin yang disebabkan karena infeksi bakteri dan dapat menular ke orang lain, biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan cairan tubuh mereka. Gejala lainnya adalah sakit pada bagian panggul dan saat buang air kecil. 

  1. Bakterial vaginosis

Vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan flora normal dalam vagina. Penderita vaginosis bakterialis, jumlah bakteri baik dalam vagina berkurang sehingga tidak mampu melawan infeksi. Penyakit ini mengakibatkan warna keputihan berwarna putih, abu-abu atau kuning dengan aroma amis atau asam. Kondisi ini kadang juga disertai rasa gatal dan merah di bagian vagina. 

  1. Vagina membengkak

Ketika keputihan keluar dalam jumlah yang banyak dan disertai dengan gejala vagina yang membengkak, nyeri di sekitar vulva, gatal-gatal dan hal tersebut disebabkan oleh infeksi jamur vagina. 

Keputihan yang berbahaya akan mengakibatkan risiko terjadinya infeksi lebih tinggi. Selain karena infeksi jamur, terdapat infeksi lainnya yang terjadi karena keputihan seperti trikomoniasis. Ini adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit yang bernama trichomonas vaginalis. Bakteri penyebab penyakit ini hidup dalam vagina dan ditularkan melalui hubungan seksual. Gejalanya yang muncul seperti cairan berbusa berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk. Keluhan lainnya adalah rasa gatal dan terbakar ketika sedang berhubungan seksual. 

Bagaimana dengan pengobatan pada keputihan yang tidak normal ini? Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur dapat diatasi dengan obat antijamur yang dioleskan ke dalam vagina dalam bentuk krim atau gel. Keputihan yang disebabkan oleh bakteri vaginosis dapat diobati dengan mengonsumsi pil atau mengoles krim antibiotik seperti obat metronidazol atau tinidazole. Selain itu, kamu dapat melakukan pencegahan dengan cara menggunakan cairan antiseptik khusus kewanitaan yang mengandung povidone-iodine saat menstruasi. Jangan lupa untuk selalu membersihkan vagina agar tetap kering dan gunakanlah pengaman seperti kondom ketika akan melakukan hubungan seksual. 

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang ciri-ciri keputihan yang berbahaya dan cara mengobatinya. Konsultasikan kesehatanmu pada dokter jika merasa bahwa keputihan sudah mulai menganggu dan mengkhawatirkan.

Read More